Miss Lemontea’s life


Penemuan hari ini

Tadi sore akibat kerjaan udah selese dan duduk2 mengantuk nungguin jam pulang, akhirnya ceklak ceklik web surfing aja deh. Nge-blog hopping juga gak nemu postingan baru, secara semua pasti kompakan pada masih rempong jaya sama urusan masing2. Terusssssss….terusss kan udah seneng aja tuh tanggal 1, alias gajian day. Yey! Siap2 buat belanja donggg…kayak gak tau gue ajaaaaaa….hahahaahah.

Udah puasa selama 3 minggu, soalnya pas awal bulan, udah kebablasan shopping sampe melintir dan account finansial udah tiarap binti koma dan pingsan sementara. Awal bulan dapet kupon discount buat brand Republik Pisang; banyak pula diskonnya *alesan*; langsung kalap membabi buta. Gak nyesel sih, karena kalo gak pake kartu diskonan itu, gak mungkin bisa dapet koleksi segitu banyak. Rejeki nomplok…yang disyukurin ajah, mempergunakan kesempatan dalam kesempitan, kayak pilemnya warkop. Cuman, a little bit overboard. (Ah, paling bisaaaaa dehhhhh, menghibur diri sendiri)

Akhirnya, yah gitu deh, 3 minggu on the row cuman bisa gigit2 jari, jambak2 rambut puasa gak buka2 buat belanja. Cuman bisa menghela napas sambil meng-delete-klik-repeat  dari serangan shopping onlen yang juga penuh dengan harga yang cukup mendebarkan. Sempet menyiksa diri sendiri, dengan cara nekaaaaad aja teteupppppppp liat2 barang2 lucuk menggoda iman dan napsu birahi, yang cuman bisa bikin frustasi.

Lumayan, hasil wara-wiri cuci mata onlen menghasilkan serencengan website2 baru yang amat sangat menarik buat survey2 dan cek2 ombak harga dan new comer spring collection. Makasih banyaaaak sama website yang oh-s0-perempuan banget ini. Kayaknya bakalan sering mampir2 dan baca2 kesana deh. Emang ya, spring season itu sungguh amat tidak baik buat finansial, apalagi buat perempuan dengan masalah kejiwaan shopaholic akut kronis macem saya begini.

Laluuuuu…ketemu yang ini juga. Oh, Fashionista rejoice!!!!!! Ditambah lagi, sini kan museum freaks abish.  Udah keburu seneng, kirain museum yang kayaknya “gue-banget” ini ada di the city that never sleeps itu, ternyata berada di negara lain benua di seberang tujuh samudera (hiperbola abeesss). Jadinya cuman bisa bimoli-bibir monyong lima senti. Ya sutralah, sekedar info pengetahuan bahwa museum semacam itu exist. Dan sebagai salah satu daftar doa kepada Big Boss up there, proposal where to go dalam wishing list yang kayaknya makin panjang aja.

Tapi barusan aja kepikiran, kan bulan ini gue musti bayar pajak. Kemaren udah ke tukang itung2 pajak, dapet balik lumayan sih dari federal tax, tapi ternyataaaaaaaaa state taxnya musti bayar juga. Jadi kalo diitung2 cuman dapettt……..dikit banget, paling cuman bisa buat makan2 ajah. Dan yang lebih bikin garing-crunchy-crispy abis banget, duit federal taxnya dapet belakangan; jadi tetep bulan ini musti nyisihin duit buat bayaran state tax nya aja duluuuuuu……………Belom lagi saving fund yang hallo apa kabar yaaaaaa……..gak nambah2, malah dicomotin aja melulu.

Sungguh gak asik banget judulnya.

Kayaknya bulan ini tetep bakalan merana jadi recessionista dan wishing list nya bakalan kena sunat jadi pendek banget.

  • siiiiiiiiiiighhhhhhhhhhhhh*

Tapi tetep bersyukur kok, Tuhaaaan, masih dapet gajian.


Pemaksaan kehendak

Ini dia si jali2. Lagi2 gerombolan sirkus hari ini beraksi kembali. Udah mulai kepikiran, pengen bikin series baru di blog Neng Lemontea yang khusus membahas, menganalisa, memaki2, sumpah serapah ulah super annoying makhluk2 ajaib di kantor yang semakin hari semakin cihuyyy errornya. Daripada kesel dipendem bikin esmosi dan depresi dan jangan2 nanti bisa bisulan, mendingan di ceritain aja disini. Namanya kan blog therapy.

Padahal hari ini gerombolan circus kurang komplit loh. Pasalnya, si Mister Roboto, kolega kantor Neng Lemontea yang tengil menyebalkan itu sedang cuti ke Las Vegas. Tapi efeknya lumayan bikin Si Tante Cruela De Ville dan Bapa Tua kepala kantor itu seharian stress jambak2 rambut gara2 berusaha menyelesaikan proyek si Mister Roboto yang kayaknya bakalan deadline hari ini. Sempet senyum2 Tazmanian Devil, abis biasanya kan gue gitu yang dibikin stress, gantian dong ahh….Dan kalo mereka lagi hepot kayak gitu, biasanya they tends to leave me alone, yang selalu di ikuti dengan doa terima kasih yang panjang dari dalam lubuk sanubari….*ok, stop it, drama queen*

Tapi kedamaian ini tak berlangsung lama…..Sekitar jam 2:30, jam2 dimana kayaknya enak bobo2 siang, Miss Lemontea udah gak cuneng baca email dari klien yang super amat membingungkan dan butuh advice dari Si Ibu Cruella. Setelah dipikirkan masak2, hampir matang kecoklatan dan bisa ditiriskan, akhirnya Miss Lemontea pun memutuskan buat konsultasi aja deh sama Si Ibu Cruella, daripada kerjaan gak kelar2 dan bolak balik aja salah melulu. Sepertinya gak ada suara2 gubrak gabruk di kantornya, yang berarti mungkin situasi aman terkendali. Yang ternyata; terjadilah adegan sebagai berikut;

Neng Lemontea : *knocking on the Cruella’s office door* Excuse me ,ma’am,I need to ask you something. Do you have a minute? If not, it’s ok, I can come back later.

Cruella: It’s okay. Come on in.

Neng Lemontea:
I need your advice, where should i put this picture on the newsletter, since we don’t have enough space?

Cruella: “What picture? This one? Are you asking me where the picture is? I dont know, who gave you this job yesterday?”*nada meninggi, mata melotot, makin mirip deh sama Cruella De Ville*

Neng Lemontea: *take a deep breath and start explaining, again*  “No ma’am, my question is, where should i put the picture on the newsletter, since in the e-mail the client said…bla..bla..blaa…blaaa….”*menerangkan sampe mulut berbusa*

Cruella: “I dont know where the picture is. It’s not with me. I don’t even know that this job is already here. You should ask the other bodat, he’s the one who usually taking care of this. It’s probably on your desktop”

Neng Lemontea: No maam, i’m not trying to find the picture. Like i said earlier, i already have the picture. Actually, It’s been on my desktop since friday….But, that’s OK, nevermind. I’ll just give it a try to squeeze the photo somewhere in there. Is that OK with you, ma’am?

Cruella de Ville cuman ngangguk2 kayak boneka dakocan, sambil heboh ceklak ceklik e-mail di komputer. *diiringi dengan bunyi telpon, ditambah buzzing intercom, dan segerobak intermezzo lainnya*

Neng Lemontea: *ngeloyor kembali ke mejanya diiringi dengan rasa frustasi setengah hidup yang akhirnya memancing kepasrahan, dan cuman bisa memaki2 dalam hati sembari pengen yoga posisi kahyang sejenak*

Kenapa kalo emang gak ada waktu, ato lagi repot, gak bilang aja dari tadi sihhhhhh?????????

Lima belas menit kemudian, setelah Neng Lemontea hampir berhasil menenangkan guncangan jiwa and she’s already worked on another project:

Cruella : Did you find the picture, Miss Lemontea? Is it on your desktop? *dengan nada tinggi naik 6 oktaf kunci F minor*

Neng Lemontea: speechless sejenak, sambil akhirnya memilih untuk menjawab : Yes ma’am, i find the picture. Thank You. *terduduk pasrah di kursinya, diiringi niat buat makan segenggam advil buat cemilan sore itu*

Oh well. Just another typical monday di antara gerombolan bodat sirkus. *rolling eyes*


The Foursome

Dapet Pe er dari Neng yang satu ini….Yang laen kalo mo ngerjain, sikaaaat aja, jangan malu2 :)

FOUR NAMES THAT FRIENDS CALL YOU:
1. Na
2. Nei nei
3. Nana alem
4.Gaol (khusus buat makhluk2 gak sopan, mulai maen kesukuan…hehe.)

FOUR MOST IMPORTANT DATES IN YOUR LIFE:
1. The 1 st of every month….helooo, paycheck!!!!
2. The 25th of December, my Big Boss up there’s bday.
3. The 1st of every year…another year to begin.
4. The date i will get married someday.

FOUR THINGS YOU’VE DONE IN THE LAST 30 MINUTES:
1. Cooking
2. Facebooking
3. Talking on the phone with my hasian
4. Blogging

FOUR WAYS TO BE HAPPY:
1. Quality time with my hasian
2. Mission accomplish
3. Make peace with my family
4. Being rich….hahaha…no kidding!!!

FOUR GIFTS YOU WOULD LIKE TO RECEIVE:
1. Unlimited voucher to shop at the mall, in every single of my favorite shops
2. Unlimited free movie tickets for two with no expire dates
3. Bill Gate’s annual income for a year
4. Magic door that can open to anywhere i wishes ala doraemon

FOUR OF YOUR FAVORITE HOBBIES:
1. Shopping
2. Eating
3. Traveling
4. Get my pics taken. hahahaahaha. Ain’t hard to please……

FOUR PLACES YOU WANT TO GO FOR VACATION:
1. Rome
2. Spain
3. Bora-bora
4. Maldives

FOUR FAVORITE DRINKS:
1. Iced water
2. Iced Lemontea :)
3. Mango Juice
4. Blueberry Frapp; too bad it’s discontinued:(

FOUR THINGS ALWAYS FOUND IN YOUR BAG:
1. My wallet
2. My hengpong
3. Make up Kit
4. The hair brush that i’ve owned since junior high.

FOUR FAVORITE COLORS
1. Yellow
2. Orange
3. Pink
4. Lime Green

TOP FOUR HANGOUTS:
1. My bed
2. Book store
3. Shops  i can afford :P
4. Comfy lounge

TOP FOUR “THINGS” SPECIAL TO YOU:
1. My hasian :)
2. My blog
3. My Mac Laptop
4. My heart

TOP FOUR WHO YOU THINK WILL ANSWER THIS SURVEY:
1. Neng Smita
2. Neng Shasya
3. Neng Tepoy
4. Neneng2 laennya? silahkeeunnn

TOP FOUR REASONS WHY YOU ANSWERED THIS SURVEY:
1. Sleepless in Raleigh
2. Simply nocturnal
3. Nothing else better to do
4. Big Time Narcissist


Ganti kulit

Setelah maju mundur kayak setrikaan, akhirnya jadi juga niat buat ngobrak-ngabrik ngerapihin blog ini. Sebenernya udah lama sih kepengen diganti, tapiiii yahh….manalah sempat. Nulis aja masih seret2 begitu, padahal idenya banyak berjubelan di otak.

Dapet feedback dari sebagian besar teman2 dan pengunjung2 blog ini, yang pada komplen katanya warnanya nge-jreng nyulek mata, bikin cape. Jadinya yah dipilih aja yang banyak putihnya, biar seger dan gak bikin mata pegel karena emang kemaren warna blognya ngongjreng ajah. Tadinya kan karena temanya Neng Lemontea, jadinya dicari warna yang agak2 nge-lemony, ijo-kuning-oranye dan kawan2nya. Tujuannya juga supaya gak bikin bosen, biar jangan pada ketiduran atau ileran di meja baca blog nya.

Nyarinya agak susah loh, karena template yang bertema ijo-lemony itu gak banyak. Ada sih yang ijo2, tapi kayaknya kurang sesuai dengan jiwa Neng Lemontea. Akhirnya terpilih lah yang nongol sekarang. Tetep ada ijo lemony, tapiiiiii cuman hiasan header aja. Tulisan bisa aman, putih dan gampang dibaca. Lebih keliatan segeran dan rapihan dikit. Moga2 bisa bikin tambah seneng buat tamu2 yang mampir nanti. Yang masih komplen nanti dikeplak aja.

Ada keinginan juga sih, buat nyoba2 masuk2in header buatan sendiri, tapiiiiiii seperti yang dibilang diatas, niat dan cita2 banyak dan naik2 ke puncak gunung tinggi2 sekali, tetap pelaksanaannya yaaaah begitulah, apa adanya. Maapkeeeuunnnn. Ya sutralah, silakan dinikmati penampilan barunya.

PS : Kalo dibaca2 lagi, judulnya serem juga ya. Kayak ratu uler. Tapi kan catchy, ya tooooooh?


Another day, another drama

Belakangan ini keadaan kantor lumayan adem ayem dan sante2 kayak di pante. Maksudnya sante2 bukan gak ada kerjaan, tapi gak pake acara heboh2 an segala dan penuh drama. Mungkin Big Boss yang di atas tau dalem hati lagi rusuuuuuhhh jadinya dibuat deh suasana di kantor agak legaan dikit dan bodat2 gerombolan circus freaks itu gak kumat2 amat. Makasih loooooooooh, Papa JC, buat menjinakkan bodat2 itu walau sesaat.

Tapi hari ini pecah telor aja deh dan terjadilah drama pagi2 yang cukup bikin mood dan esmosi jiwa Neng Lemontea agak2 berantakan gak keruan. Masalahnya sih sepele ya, dan emang salah gue, ngaku aja deeeehhh, tapi seharusnya sih bisa gak usah segitu2 amatnya. Tapi dasarnya kerja sama bodat2 on cracks, yang gak jelas kapan kumatnya, yasalammmmmmm………jadi rame kayak petasan.

Jadi ceritanya gue ketiban pulung dealing sama klient yang udah ketauan dari jaman kuda gigit besi super resek dan picky in un-necessary details. REPEAT; UN-NECESSARY. Emang sih, sebagai pegawe kantoran, sini juga udah lumayan terlatih mental bahwa RESEK DAN NYEBELIN itu kan emang rata2 udah sifat umum dan wajib para klien. Tapi khusus gerombolan yang ini nih, adalah type2 orang yang gak ngerti masalah tapi nyolot binti sok teuing. Ngasih ordernya suka error, tapi ngarepnya yang keluar bisa betul. Jadi ibaratnya mereka pesen siomay, ngarepnya yang keluar dianterin spaghetti. Jaka-sembung-buka-toko-di-tarutung alias loh koooooo-gak-nyambunggggggg banget ya.

Dari dulu mo bikin desain apaaaaaaaa aja, mereka2 ini udah heboh kebakaran jenggot. Langganan jadi kerjaan tiap taun yang paling penting bikin Annual Report. Dari dulu klien yang ini paling ribet sama masalah warna. Seperti contohnya tahun lalu, they ask for jewel tones color pallete. Ok deh, pas proposalnya, sesuai dengan permintaan, Neng Lemontea pun dengan semangat api membara (ini jadinya kayak cerita dongeng di radio banget ya…) sibuk mix match warna2 deep colors seperti sapphire blue, ruby red, amber gold, jade green, sebagai mana pengetahuan seorang desainer normal. Pas ketemuan meeting, sempet senyum2 pede karena merasa gak rugi sempat pacaran sama TRUMATCH dan PANTONE color index selama 2 jam melihat color pallete yang udah keliatan cantik apik.

Tapi Neng Lemontea hampir aja kejengkang dari kursi  pas denger komplen mereka:

“why  the colors are not bright? Jewels are supposedly bright.”

Bikin lemes aja gak sih komennya? Kayaknya sepanjang sepengetahuan orang normal juga tau, dimana2 jewel tones itu deep, mana ada yang bright. Kalo the real jewels can spark, it’s because they have its natural texture and shine, that comes from the stone itself. We’re talking about colors and TONES, here, not the real STONES. Kalo bright colors itu warna stabilo, nyeeeeeeeet. Atau warna lampu neon.  Atau lapisin aja Annual Report nya pake bling2 manik2 kaca kayak penyanyi lagu dangdut, atau kayak gigi behel penyanyi rap sekalian. Pake dah lampu petromak, biar silau sekalian. Yang orang2 kayak beginian sih enaknya digoreng idup2.

Tapi ya sudahlah, namanya klien. Segila dan sebego apa juga musti diturutin, karena dia bukan hanya nge-gaji kita, tapi juga boss kita. Sebelnya nih, ibu kepala kantor gue, si cruella de-vile, suka belaga gila dan ho-oh2 aja. Padahal kan yak buuuukk, situ kayaknya juga tau kalo kliennya error. Jangan bilang kalo si ibu gak ngerti theory warna yaaa…karena situ kan lulusan salah satu art sekul ternama di England. Saya ajah yang cuman lulusan Indonesia dan satu alumni dengan Mas Clinton aja ngarti; bahwa yang gila kliennya, bukan saya atau ibu; apalagi color indexnya.

Jadi, akhirnya berdasarkan pengalaman tersebut, Annual Report tahun ini, si Neng Lemontea mencoba untuk focus dan kounsssssentraaaaaasiiiiii *ala penyulap yang punya poni segitiga di jidatnya* dengan masalah warna, dan ditambah nyusun lay out maha ribed buat copy text yang alamakjang-kayaknya-tiap-satu jam-skali –minta di edit. Berkutat dan bekerja dengan tekun ditemani fesbuk tentunya selama seminggu dijabanin juga, demi mengejar date line dan keinginan semena2 klien2 agak2 psychopath macem begituan.

Begitu selese, Neng Lemontea ampir loh mo tumpengan, apalagi pas denger hasil proof print nya OK. Sempet leha2 kipas kipas, sampe lah tadi pagi tiba2 si klien sakit jiwa itu nelpon mendadak pengen jumpa kangen eh, pengen meeting mendadak sama si ibu kepala kantor. Gue juga udah curigation agak2 gimana gitu, soalnya kan kalo gak ada masalah, gak mungkin dong dia tiba2 napsu nongol di kantor jam2 orang masih ngumpulin nyawa di kantor, alias pagi bangetttttt dehhhh, booook.

Ternyata oh ternyata, yang diributin sekarang adalah masalah picture shadow, yang dimana halaman depan dan halaman belakang cuman beda 2 derajat aja arahnya. Ah jadi pengen ikutan jogging aja tuh tadi pagi sama tante2 di luar sana. Tolonggggg donggggggg…………udah ada kali 2 bulan ngerjain proyek ini, dan kayaknya udah ada lebih dari 30 kali preview PDF berseliweran, kalo emang jadi masalah, kenapa gak dibilang dari dulu, wahai para klien dodddddddddoooooooooooolllllllllllllll!!!!!!!!!

Sungguh, klien2 petakilan kayak kalian yang bisa bikin semangat juang anjlok merossssyoooooot ke titik nol, jauh dari inspirasi. Mana tadi stock pil sabarnya, Neng Lemonteaaaaaaaa……….ayo di telen lagiiiiiiii!!!!!!!!

Arghhhhhh. ARGHHHHHH………….What a blah Monday.


To BOTH OF YOU

You never know,
how hard it is to please you,
how hard it is to make you proud

Doubts and worries will not get me anywhere,
Anger and unpleasant conversations will not make me dare to walk,
to survive and to keep on going strong.
Because from both of you, my courage and support are belong.

Don’t give me your questions and under estimation
since i dont stay as a child ,
I am a grown up woman,
I am your only daughter trying to give you dedication.
Don’t put me out in frustration,
Don’t put me down by giving me too much high expectation.

Let me make my mistakes and learn,
since I have my future, my thoughts and my dreams to earn.
But to you, I will come back to seek comfort and concern.

I will and always try my best to give the best, to take care of you so you can rest,
To honor you and bring you happiness but not pride
To bring gratitude and not to put you aside.

I need the whole trust,
not all the shouts.

I need all the maximum sense of encouraging and less demanding
Embrace me with all understanding, not all the yelling
Give me chance to grow, Give me chance to show, I can reach all my dreams to follow

I can dance my life and cope, with all your prayers and love become my only hope.


Magic wand

So all this time, everything worked out pretty well.

Be good.

Be nice.

Be the best i could.

Put up with all the flaws you all got.

Graduate on time.

Be grateful.

Be better.

Listening to all the craps even it hurts.

Be successfull.

Behave well.

Be pretty.

Be adorable.

Making all of you the center of my universe.

Full attention.

Be patience.

Find a job, Be independent.

Holding up the perfect picture frame.

All for the joy and pride.

Break my heart.

Dry up my tears.

Broken dreams.

Dissapointment.

It worked like a charm

Just like a fairy with a magic wand.

But it’s broken now

well, it looks like it is broken.

and instead of blaming a stranger ruined it,

maybe you should check the direction.

it’s inside.

you all just have to figure it out.

Neglecting and ignoring the fairy

it’s only killing it.



Dilema winter

Sebagai anak yang berasal dari negara tropis *halah* yang juga bermodalkan bermacem musims (pake akhiran s jadinya pura2nya plural) ; contohnya musim duren dan musim rambutan; gue dulu sempet nge-fans berat sama yang namanya musim dingin/winter ala negara2 barat. Mungkin karena waktu kecil kebanyakan nonton pilem dan cuman bisa baca buku cerita (apalagi buku cerita bertema2 natal) dimana kalo ada setting salju kayaknya seru dan keren skali. Saking noraknya dulu, kepengen tau gimana dinginnya salju itu, gue suka berlama2 membuka lemari es bagian atas (freezer) dan memasukkan setengah kepala, sambil berandai-andai gue lagi jadi orang eskimo di dalem iglo. Seringnya sih malah kena marah dan kena teriakan omelan si nyokap, abis ya takut kulkasnya rusak karena keabisan freon.  Lagian, gak bisa lama2 juga disitu, keburu mabok nahan bau2 aneh; karena disitu kan tempat bercokolnya stock hasil belanjaannya si mbok fresh from pasar becek.

Pertama kali mengalami winter dan ngeliat salju, dinginnya gak berasa, saking terlalu gembira dan terlalu kampungannya takjub ngeliat keindahan alam sekitar. Inget banget, pas beneran turun salju, langsung kedumbrangan keluar rumah, trus nginjek2 salju, lompat2, nari2, guling2an di tanah persis kayak orang lagi giting. Temen saya, si Neng Rani, yang punya rumah, mukanya sampe merah kuning ijo nahan malu, karena kelakuan temennya yang ajib itu sempet jadi tontonan gratis keluarganya dan beberapa tetangga2 bulenya yang ikutan melongok2 kayak ngeliat tontonan topeng monyet. Sampe saljunya ikut dirasain alias dimakan, yang ternyata gak ada bedanya sama air hujan, cuman lebih dingin dan teksturnya mirip es serut, mwhahahahaa…..Diterusin seharian main salju, sampe semua baju basah kuyup, sampe rambut kaku tegang alias beku, dan besoknya sakit flu seminggu. Sungguh, memalukan sekali. Tapi kan waktu itu gue masih ABG; dimana hormon lebih banyak berbicara daripada urat malu. Jadinya ya cuek bebek saja.

Gedean dikit, dapet berkat dari Tuhan jadilah sekolah di negeri antah berantah ini. Begitu winter tahun pertama, langsung disambut dengan winter yang ada snow storm nya; alias badai salju yang kebetulan cuman dateng berkunjung empat tahun sekali. Sebenernya gak kepikiran sih tentang snow storm waktu itu, secara winter itu selalu bertepatan dengan segala kerepotan menghadapi ujian akhir semester, dimana selalu dihiasi dengan kehebohan sepanjang masa berkubang dan berenang di antara kertas2 laporan paper dan huru haranya. Pertama kali snow storm; hari itu sebenernya adalah hari rusuh sedunia, dimana semua dateline paper tugas kuliah harus diserahkan kepada tangan para dosen yang berkuasa. Saking stressnya ngerjain paper sampe ketiduran di meja segala, gak nyadar kalo semaleman udah turun salju sampe stinggi lutut. Nyaris kena serangan jantung mendadak pula, karena gak bisa keluar rumah; dan tentu saja gak bisa ke kampus dan menyerahkan paper yang udah bikin mata melek semingguan aja itu. Tapi begitu menyalakan TV dan melihat pengumuman bahwa kampus ditutup 2 hari; rasanya sumrigah seneng banget kayak ketiban rejeki dapet undian lottere.

Makin lama tinggal di negeri antah berantah empat musim ini, kayaknya kecintaan gue akan musim dingin udah jadi agak kurang romantis lagi. Tiap winter ada aja pengalaman2 yang membuat gue semakin menyadari bahwa musim winter itu lebih banyak rempong jaya dot.com-nya daripada senengnya. Senengnya cuman pas mau holiday season alias -thanksgiving-natal-dan tahun baru, dimana suasana joy of the season nya emang berasa sekali dan lumayan bikin kangen karena datengnya cuman setaun sekali. Tapi, karena gue lebih seringan tinggal di daerah yang cuman kebagian dingin kering kerontang garingnya aja minus salju, lama2 suasana joy of the season nya itu juga menguap diiringi waktu. Dinginnya sampe nusuk2 tulang iga, salju yang di nanti2 kan esok penuh harapan itu jarang2 nongolnya. Sebenernya sih kalo boleh jujur, nunggu2 salju juga tujuannya supaya kantor/sekolah/kegiatan semuanya tutup; alias dapet hari libur ekstra gratis. Mungkin karena tujuannya buat males2an dan bukan tujuan berhati mulia, jadinya emang gak diberkatin banget.

Dari mulai pengalaman jatoh kepeleset sampe pantat biru lebam dan gak bisa duduk seminggu padahal jalan udah pelan2 bikin minder nenek2 sakit ambeien ; sakit jantung pas naik turun tanjakan pas naik mobil karena mobilnya bisa muter2 kayak gasing gak bisa di-stop kecuali ditabrakin sama sesuatu; musti capek2 berdiri pegel tangan dan kaki ngerok/nyangkul es yang nempel di pintu, di jendela, di mobil, dimana mana kalo mo keluar rumah; sampe yang terakhir yang paling gue benci : pake baju berlapis2 kayak lemper yang super berat dan GAK GAMPANG DICOPOT dan DILEPAS. Kebayang dong, kalo mo pergi kemana2 pake baju kayaknya malessssssssss bangettttttt dan kadang2 sampe sesek napas kebuntel2 sama jaket dan sweater. Yang paling repot adalah, kalo pas ada acara shopping2 dan harus nge-pas baju. Selamat berjuang untuk membuka dan memakai kembali-baju underwear-lapisan kaos daleman-sweater-jaket-syal- topi-sarung tangan-kaos kaki panjang-sepatu boot di dalam kamar kecil berukuran 2×2 meter. Cukup menguji mental untuk menahan esmosi jiwa dan membakar kalori alias keringetan. Belum lagi beberapa toko; gedung dan kendaraan umum kadang2 memasang heater alias pemanas dengan ukuran pol. Jadilah lemper kukus. Panas, gerah, mo copot jaket males dan bikin berat tentengan, pokoknya serba salah.

Tantangan berikutnya di kala winter adalah berjuang melawan flu, salah satu penyakit langganan yang gak pernah absen dan selalu menjadi tamu selebritis tak diundang di kala winter. Sungguh, penyakit yang amat sangat menganggu ini, menyiksa banget. Kalau terserang flu di kala winter itu bener2 berasa mo kiamat. Lemes, ditambah dingin terus gak berenti2, dan harus tetep berangkat kerja. Jadi orang kantoran di negeri antah berantah, apalagi di kota2 yang sudah terkenal dengan winter jahanamnya (alias di north east); udara minus dibawah nol alias single digit bukan jadi masalah apalagi halangan buat berangkat kerja. Gak gampang menye2 minta ijin sama boss buat off kerja hanya masalah udara terlalu dingin di luar. Sakit flu kalo gak sampe tepar tergeletak pasrah pun harus dibela2in berjoang dingin2 gigi gemeletuk pergi ngantor.

Bulan January dan February adalah bulan2 winter parah yang selalu aja diikutin sama mendung2 kelabu yang bikin semangat bangun pagi selalu jadi gatot kacau alias gagal total kacau balau dan malah bikin pengennya ngelingker lagi ke dalem selimut. Dan selama 2 bulan itu sehabis New Year holiday, gak ada tuh namanya libur barang sehari juga. Libur terdekat sih cuman easter yang masih 2 bulanan aja lagi. Makanya boseeeeen banget aja dah dua bulan itu. Kalo lagi di kantor, males banget aja jalan2 keluar nyari makanan, kebayang dong stuck di kantor seharian, termasuk lunch break dan dipaksa ngeliat muka2 yang itu2 lagi. Belom lagi kalo suasana kantor lagi nyebelin, bete sejagat raya. Kegiatan nunggu bis yang tadinya termasuk rutinitas wajar juga jadi banyak ngeselinnya. Pulang dari kantor harus ancer2 ngatur waktu antara jalan ke halte dan jadwal kedatengan si bis kota yang kutunggu2 itu, biar gak kelamaan nunggu di bus stop dan jadi ice cream cake.

Cape deeeeeehh. Belom lagi lemari baju gue yang udah kayak siap mbludak itu, tambah berantakan bikin pala nyut2an, abis dari mulai sweater-jaket parka yang tebel2 najong itu  sampe baju kaos biasa musti stand by. Tiap ari bongkar pasang copot baju ini itu, pake ini itu, dobel satu dua sampe empat, dan you know what, saking desperadonya, gue sejak kemaren pake kaos kaki bolaaaaaa ke kantor , hasil pinjeman dari si hasianku sayang. Hahahahahaha……abis enak, anget, panjang ketutupan sampe betis, tinggal dipakein sepatu boot, beres. Daripada pake legging musti sampe dua, yang ada kalo mo pipish apalagi udah kebelet, bikin panik2 gak jelas nyopotnya. Korban mode? Udah gak dipikirin lagi deh tu namanya winter fashion. Kalo udah udara dingin berbicara, fashion mah silakan aja lewat gih, yuk dadah, yuk bye2 aja.

Dan yang lebih bikin bete lagi, udah dari 2 bulan yang lalu, gue udah siap2 sedia menyumbang sebagian slip gaji ke mall (baca: shopping) dan membeli serenceng spring dresses dalam rangka menyambut spring yang diharap2 cemas esok penuh harapan itu. Salahkan para pedagang di toko mall itu yah, yang sudah full rayuan spanduk dengan tema2 spring bikin gatel mata pengen beli. Jangan salahin gue dong, i’m just a weak-hearted shopaholic woman. *blinking innocently* Ternyata belom bisa dipake. Masih dingin, coyyyyy. Pernah sih kadang2 nekat dipake beberapa kalo wiken, tapi gak epek, karena akhirnya ditutupin juga sama coat jaket dan kawan2nya. Jadilah mereka hanya kebanyakan mejeng dengan manis manja menggoda menuh2in lemari aja. Kayaknya tiap ari pas gue lagi pengen berangkat ke kantor dan ngambil jaket winter super tebel dan maha berat itu mereka cuman melambai2 ngeledek gitu karena gue gak bisa pake. *triple deep heavy sighs*

Dan sekarang udah bulan Maret, tapi masih aja dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin ajaaaaaaaaa terus. Malah cuaca winter taun ini jadi super aneh banget. Agak2 serem juga sih, karena emang super weird, jadi kadang berasa tinggal di twilight zone. Berasa bangeeeeeeeeet global warmingnya. Suhu naik turun kayak roller coaster, bikin semua virus2 flu-pilek-batuk wara wiri riang gembira ambil giliran di antar makhluk2 kantor. Bikin gue jadi tiap hari harus menenggak orange juice sampe eneq, demi menjaga daya tahan tubuh. Hih. Kemaren hari senen turun salju, sampe 3-5 inci, dinginnya sampe mines 10. Hari ini dingin paraaaah pake angin yang bisa bikin gigi kering seketika.  Besok? Katanya bakalan melonjak jadi angetttt kayak summer. Jadinya gue musti nge-gali lagi kemeja kantor yang tipisan dikit di antara kubangan tumpukan baju segala musim yang ada di lemari. Dan tetep musti bawa jaket juga, buat jaga2 kalo si cuaca berubah rencana. Udah kapok, karena sering sal-tum alias salah kostum, dikerjain sama udara disini. Walaupun ada weather channel yang jadi tontonan wajib dan favorit tiap pagi, tetep, namanya mother nature, everything is depends on her mood. Cuman bisa di prediksi doang. Masalah akurat apa enggaknya, tanyakan rumput bergoyang (apa sihhhhhh??)

Ya tapi sudahlah, dinikmatin aja. Namanya juga manusia. Kedinginan, protes, kepanasan, ngomel2. Ntar kalo pas summer dan cuacanya ekstrim panassss banget sampe bisa bikin telor ceplok setengah mateng di atas aspal gak pake kompor, paling komplein lagi. Sebenernya sih gue lebih milih kedinginan dikit daripada kepanasan yang bikin esmosi jiwa itu, tapi sungguh, winter taun ini berasaaaaaaaaa draaaaaaaaaaginggggggg, dan panjaaaaaaaanggggg gak ada abis2nya. Extreme weather emang lebih banyak bikin betenya daripada bikin kangennya.

But seriously, i’m waiting impatiently for spring to come…..i have enough already with the cold………


25 random things about me

Dapet tag nya udah lama dari fesbuk, cuman belom sempet dikerjain. Di taroh di blog aja ah, abisnya sini bukan exhibitionist sejati, dipajang2 open public gitu di fesbuk; kesannya selebritis, padahal sih masih selebaran doang, hehehehe :)

Rules: Once you’ve been tagged, you are supposed to write a note with 25 random things, facts, habits, or goals about you. At the end, choose people to be tagged. You have to tag the person who tagged you. If I tagged you, it’s because I want to know more about you. 25 random things about me

 

1. I’m a caffeine intolerant.
Kena kafein dikit, bisa sukses gak bisa tidur 2 maleman sekalian bisa saingan lomba bergadang sama si mang hansip. Jadi biar sebenernya suka minum kopi, tapi gak bisa minum kopi pleket yang kafeinnya kenceng banget. Decaff juga gak nolong banyak sih, perut jadi mules2. .Di kantor sering dianggep anak ajaib, karena satu2nya makhluk yang gak pernah nyentuh kopi. Lebih demen minum teh sih, apalagi iced tea. Seger….

 

2. If I get toxicated by poisonous liquid alias alcohol, i become mellow person. Jadi kalo orang2 normal itu umumnya lagi tipsy jadi resek, ketawa2 sendiri atau suka joged2 gak jelas, gue sih kebalikannya, yang ada jadi mellow dan merenung2 sendiri. Ujung2nya bisa curhat dalem sumur sampe bisa mewek2 segala. Trik2 buat nyekokin gue dengan cairan setan ini sering digunakan oleh temen2 akrab gue dulu kalo mau ngorek2 dan update masalah2 rahasia kepribadian gue yang maha dalam. Dijamin I’ll spill the bean abish sampe bersih…..

 

3. I hate horror / hard core thriller movies.
Buat gue sih, nonton itu equal with entertainment alias hiburan. Alesannya gak demen nonton pilem horror itu; karena kan gue orangnya kagetan, jadi kalo nonton pilem horror itu bawaannya malah jadi stress dan gak merasa terhibur sama sekali. Bisa sih dipaksain, kalo suara audionya di matiin. Kesimpulannya, jadi musti nonton di rumah. Lagian rugi kalo bawa gue nonton pilem horror di bioskop, kebanyakan tutup mata jadi keliwat aja dong semua adegan seru filemnya. Idem ditto sama nonton thriller berdarah2 yang sadisme, bisa bikin ngilu2 badan dan bikin parno sekaligus nervous breakdown.

 

4. I don’t like to color my hair any other color than black. 
Biar demen sama fashion dan beauty style, ini salah satu bidang yang sampe sekarang belom pernah minat ganti jalur selain warna asli item orang aring. Mungkin gue kebanyakan nonton iklan gadis sansilk dari kecil, apa gue trauma ngeliat cewek2/tante2 asia berkulit geseng tapi bermata biru dan suka maksain diri nge cat rambut pirang2 gak jelas yang selalu mengingatkan gue akan surai Si Simba di Lion King. Bukan berarti semua cewek yang di cat warna itu jelek loh, ada juga yang pantes2 aja. Ngeliat di orang lain sih masih gak papa, tapi kalo di apply ke diri sendiri, mmmm…thanks, but no thanks. It just doesn’t fit my personality, so I don’t feel comfortable at all doing it ☺

 

5. Belajar maen piano sejak umur 4.5 taun sampe umur twenty something, then I call it quit for some nonsense reasons.
Sempet jadi anak YPM yang lumayan serius niat berkarier di bidang piano klasik, sempet konsert kanan kiri sampe ke Erasmus Huis segala, dan dapet certificate Piano Conservatorium dari canada. Lalu dengan begoknya quit and give it up hanya karena dulu diharuskan buat duduk berlatih piano selama berjam2, dan bertubrukan dengan jadwal hura2 dan malam mingguan, yang bagi seorang ABG dua hal itu adalah the center of the universe at that moment. So the hormones talk more than the brain. Dan sekarang menyesaaaaaaaaaaal setengah idup, karena sebenernya gue sering kangen berat buat ikutan tampil di konser2 lagi.

 

6. I’m a big time observant.
Gue demen banget mempelari karakter orang dari gaya bicaranya, kelakuannya, bahkan sampe model muka dan ekspresinya. Sedikit banyak, perkiraan gue akan karakter orang sih banyak benernya. Gue bukan turunan Mama Loreng atau Mama Setrip tukang ngeramal loh, cuman I pay attention to details in learning other people’s character. Makanya gue juga betah duduk2 di daerah orang yang banyak lalu lalang, ngeliat any kind of people berseliweran kayak di catwalk. People’s behaviour and attitudes are just like simply interesting “reading materials” to me.

 

7. If I get really mad, I’ll be speechless.
Bukan berarti jarang bete apalagi jarang ngomel2 yah, tapi gue itu males berkonfrontasi sama orang kalo gak perlu2 banget. Jadi diladenin aja seadanya kalo ada yang ngeselin. But if you really press my button, and I suddenly become silent, it means you’re already in dangerous zone/level. Jangan kaget kalo tiba2 disenggol dikit bisa meledak dueeenggg….:)

 

8. Gue orangnya gak tegaan dan gampang kasihan.
Sifat gue yang satu ini kadang bisa jadi bumerang alias bikin gue terperangkap masalah dalam sikon yang super ribed. Contoh kasus yang terparah adalah gue pernah get involved in super destructive and super unhealthy relationships for almost 4 years with my ex-boyffriend because I don’t have a heart and feel sorry to dump him.

 

9. I hate being in gray areas.
Mungkin cenderung extremist dan gak suka yang setengah2 dan gak suka juga gantung2 apalagi digantung kayak jemuran gak jelas. I can change my mind and can be flexible, tapi ya kalo mo ganti pikiran, yang langsung aja yang antonimnya sekalian. Somehow, in some matters, grey areas make me nervous.

 

10. Gue itu big time keeper and collector dari segala jenis pernak pernik. Susah banget jadi minimalist. Gue gak suka ngebuang2 barang, semuanya disimpen biar pun udah bapuk dan gak kepake apalagi kalo ada nilai sentimentilnya. Dari mulai bon, kartu nama orang2 gak jelas, koin2 entah ya darimana, semuanya deh. Gak heran, kamar gue selalu penuuuuuuuuh dengan pernak pernik (tapi tetep rapih dan gak jorok ya), apalagi lemari baju alias kloset gue yang selalu kelihatan mau meledak itu. So far, pernak pernik koleksi terbesar gue adalah anting2 (lirik2 neng Shasya); shoes, clutches and purses, dresses dan tidak ketinggalan souvenir magnet kulkas oleh2 pulang jalan2.

 

11. Gue juga gak bisa jadi light traveler. Demen banget traveling jalan2, tapi paling bencikkkk packing, karena selalu kepentyok pusying masalah bawaan yang segambreng ajah banyaknya. Buat gue, pergi semalem sama seminggu sama aja musti bawa koper segede gaban. Mwahahahahah….

 

12. I’m more capable to make other ppl feel better rather than cheer my self up. Magnet curhat juga sih disini, kalo buka 1-800-curhat dalem sumur dijamin laku. Bisa kasih nasihat yang (katanya) lumayan bisa lift spirit up, bisa jadi good listener, sampe suka curiga jangan2 kuliah salah jurusan dulu. Tapi kalo suruh apply ke diri sendiri, yasalam, kusut aja melulu.

 

13. I hate creepy crawlies, all non-vertebrata reptiles and most of the insects. Yang demen cuman kura2, kupu2 sama lady bug ajah. Apalagi yang namanya kecoakkk bisa jejeritan dan loncat2 tarian ujan saking jijay bajaynya.

 

14. Eventhough I hate them, I dont want to kill them. Gak tau kenapa, gue selalu berpikiran, biar gue benci, tapi kalo dibunuh gitu, kesian, pasti nanti mama/papa/pacarnya/anak/bininya kecoak/binatang itu sedih, nungguin ko gak pulang2 taunya udah mati diinjek….gituuuuuuu. I know, I’m weird. Kebanyakan kejeduk kali pas waktu orok.

 

15. I’m an acute shopaholic kronis stadium IV.
Bukan karena lagi trendy gara2 ada filem atau bukunya loh, tapi beneran kok, gue demen banget yang namanya shopping dan emang boros berat. Masalah kejiwaan lainnya yang gak kalah sakit jiwanya: traveling/jalan2,makan2, photo2 dan nonton. See? Every single item insists me being a big spender, and actually I’m not proud of it.

 

16. I’m a bargain hunter/shopper; yang suka ngubek2 di toko2 campur sari/outlet2 murah meriah…..dan suka berjoang 45 di kubangan sale
I love branded things (who doesn’t?), and eventhough I still can afford some, I always hesitate to buy them. I know I buy for the prestige, the exclusive design and the luxury, but to think how many other things I can buy for that certain amount of money is almost unbearable. Other reason; I like the challenge to make common things/non-branded stuff looks as nice as those pricey ones. Kalo kelihatan cantik/gaya make barang2 bermerek itu kan gampang (kalo gak kesiannnn deehh) semua orang juga bisa; tapi kalo bisa bikin barang biasa2 aja tapi keliatannya jadi glamour/gak kalah sama yang bermerek itu kalo gue bilang…..another kind of talent/ artistic vision. There’s priceless satisfaction behind all those effort, heheheheh ☺

 

17. I think politics and governmental issues are the most boring topic for conversation. Don’t know why, I’m not trying to be ignorant, but those things always make me yawning. Oahmmmmm…….

 

18. Suka kebingungan kalo disuruh nemenin orang pendiam. Bisa bikin salting dan awkward moment yang gak enakin banget (diiringi background effek suara jangkrik…krik krik kriik)

 

19. Diet, exercise and saving money bagi gue adalah kegiatan must to do list yang super annoying dan dibutuhkan perjuangan seumur hidup buat mencapai hasil yang maksimal….

 

20. I’m a true food lover, alias demen makan. Suka bingung kalo denger kasus orang anoreksia, ko bisa yaaahh? Jangan suruh gue bikin list makanan kesukaan yah, karena kesian deh bisa ular naga oh panjangnya. Tapi gak bisa juga disuruh buat list makanan yang dibenci, karena emang jaranggg bangett…hahaha mikirnya pasti lama. Tapi makanan favorite sih tetep makanan asia yah, mau dari Japanase, Korean, Vietnamese, Thai, Malaysian, Indonesian selera nusantara, semua pasti gak bakalan ditolak.

 

21. Masih soal makanan, gue ini lebih demen makanan yang asin2 gurih daripada yang manis2. Paling sedih kalo gak boleh makan nasi, goreng2an (kayak bakwan, tahu isi, risol dan teman2), kripik2, krupuk yang crunchy2…..Tuh kan, makanan gak sehat semuanyaaaa…hahaha….

 

22. Gue ini phobia sama penyakit.
Makanya lagi usaha jungkir balik buat hidup sehat dan makan teratur akhir2 ini, karena hidup gue lagi in high core stress level yang bikin badan jiwa dan mental jadi rentan sakit. Karena hobi makan dan bentuk badan lebih banyak belokannya daripada lempengnya ; dipaksain juga deh olahraga.

 

23. Gue ini banci poto alias narsis abis.
Kayaknya cukup jelas kalo ngeliat account fesbuk gue yang mbludak dengan poto2 itu. Dari background pasar becek sampe pemandangan indah, gue sih demen2 aja dipoto2. Dan gak bakalan mau berenti sampe mukanya tipis kali hihihih ☺

 

24. I’m sucks at sports, and not a sporty gal at all.
Hal ini bisa diketahui dengan gampang dalam melihat koleksi sepatu olahraga gue yang cuman sepasang dan sudah bulukan yang tenggelam diantara puluhan pasang high heels lainnya, hihihihi ….Olahraga yang gue kuasain dengan baik dan jadi hobby itu cuman berenang. And I hate all the gymnastic, yoga, pilates dan gerombolan lenongnya itu. Gue parno anggota badan atau otot gue keceklek trus gak bisa balik lagi ke posisi semula. Dan berasa gak pantes aja kayak robot salah urat joged2 sendiri gitu.

 

25. I used to be high heels gal…I wore those suckers wherever I go, whatever I do.
Seriously, once I wore high heels boot to hike on mountain hills. And I wore stilleto sandals to explore a whole new town from 9 am to 5 pm on my first date with my current bf. The reason I get attached to them just because the visual feeling yang bisa memberikan efek langsing longitudinal, hahahaha. I quit but still wear them occasionally since I start to have problem with my back. I think I need my back more than those suckers anyway, hahaha ;)

 

Udah tuh, jadinya panjang….So y’all can get to know me better, gityu loh…..gak usah pake tag2 lah yaaaa……..siapa yang mo bikin, bikin ajalah sendiri, :)


One of those days

Jadi hari ini dimulai dengan cuaca yang amat sangat dingin walaupun cerah ceria. Single digit aja lagi alias minus 8, padahal kemaren wiken sempet enak adem2 semriwing 70 an. Kebangun pagi2 dengan kepala kejedot tembok karena ternyata bantalnya jatoh, dan pinggang yang udah mo patah2 pegel2 gak jelas ngalahin ibu2 hamil 9 bulan. Di kantor sebenernya sih biasa2 aja, another boring day yang berasa lama dan dragging lamaaaaaaa aja, akhirnya inisiatip buat sok2 sibuk gak jelas supaya para bodat2 boss di kantor gak banyak tingkah, kelakuan standard kalo ngeliat gue leha2 gak ada kerjaan.

Kejadian bikin sebelnya pas pulang dari kantor. Si pacar rupanya sibuk, jadi lupa nelpon. Sebenernya sih masih gak kenapa2, karena masih bisa ngobrol2 ngomongin yang lumayan penting. Tapi udah sempet bete dikit, karena ternyata si pacar ada acara mendadak, ikutan triathlon di sekolahnya, jadi gak bisa lama2 ngobrolnya. Lagi2, maklum, namanya jadi guru; pasti after hours jam sekolah, dia disuruh buat coaching jadi pelatih macem2. Tapi lagi asik2nya ngobrol, bis yang biasa gue tumpangin pun dateng. Masih ngobrol sama si pacar di telpon, ternyata pas masuk bis, ketemuan lagi sama supir bis resek yang kemaren.

Jadi ceritanya gini, kemaren itu kan gue nunggu bis laaaaaaaaaamaaaaaaaa banget, abisnya dia telat. Dan kemaren itu, gue saltum banget, alias salah kostum karena pagi2 kedubrakan bangun dan gak sempet nge-check tipi weather channel, nge-check suhu cuaca yang ternyata jauh beda sama pas wiken. Jadilah gue berangkat dengan hanya memakai jacket tipis spring style, sementara dinginnya di bawah derajat nol. Pas bisnya lewat kemaren, dia ngebuuuuutttt aja dong, sampe keliwatan berenti jaaaaaaaohhhhhhh aja dari bus stop tempat gue berdiri. Kesel banget gak sih? Udah lagi lari2 marathon dengan perjuangan menggebu2, hampir aja tu bis brangkat lagi, untungnya dia masih liat gue lari2 sambil dadah2 supaya jangan ditinggal. Masuk bis, dengan gondok binti gedek, gue pun ngomel2 sama tukang bisnya yang cuman melototin gue tanpa merasa bersalah, seakan2 gak ada kejadian apa2. Yang tadinya gue cuman mo bete aja, jadinya gue pun kesel dan bilang “emang situ gak ngeliat apa gue dadah2?” Tapi tetep dengan nada yang masih dalam kategori sopan loh, ya. Biar kesel kan sini masih anak sekolahan, masih tau etika.

Bukannya say sorry apa gimana2, the bus driver ngeles dan ngeyel, dan ketauan banget boongnya. Dia bilang; oh sorry gue lagi sibuk meratiin mobil yang lain dari kaca spion, jadi gak liat. Yey, mas, gue kan nunggu bis di pinggir jalan, dan bisa liat JELAS2 GAK ADA MOBIL waktu bisnya lewat. Akhirnya, karena udah males ngeladenin orang sableng kayak gitu, gue cuman melengos aja, cari tempat duduk.

Dan sore tadi, gue masuk bis disambut dengan omelan si bus driver yang resek itu. Kayaknya dia pengen bales dendam karena kemaren gue ngomel2, jadi dia bilang, gue berdiri nunggu bis di tempat yang salah; makanya kemaren dia gak berenti. Monyooooooong, gue naik bis ke kantor itu kan ampir tiap ari ya nyeeeeeeeet, dicatet, dan gue nunggu di tempat yang sama rutin udah 3 taon aja, tiap ari gak ada yang protes gue stop bis disitu. Emang dulu ada plang nya bus stop disitu, yang entah kenapa ada orang iseng, nyabut sekalian sama tong sampah dari situ. Tapi kalo diliat di peta/map route bisnya, jelas2 masih ada booook, stop-an disitu. Kesel karena diomelin sama si tukang bis yang resek itu, gue jadi gak konsen. Yang ada si pacar juga udah buru2 pengen udahan aja, karena kan dia ada acara ikutan triathlon yang bakalan mulai 30 menit lagi. Karena gue masih kesel, gue pun minta si pacar stay on the phone, supaya gue bisa turun dari bis, gak bakalan diajak ngomong lagi sama si bus driver nyebelin itu. Tadinya sih pengen gue jitak tu orang sekalian. Tapi takut juga ya; abis dia kan laki, orang item pulak. Eh, karena buru2, dan tangan repot bener pegang telpon, bawa lunch box, tiket bis gue yang baru dibeli minggu lalu itu pun jatoh, secara udara dingin, gue pake sarung tangan, jadinya ya gak berasa aja dong, lepas dari tangan. HIH. Gue sebel sampe ke ubun2. Ilang deh $10; tiket bisnya baru dipake 2 kali, dan rugi bandar 9 kali rides. Bukan masalah duit aja, tapi lagi dingin2 gini, gue harus JALAN lagi ke supermarket terdekat, cuman buat beli tiket bis nya itu. MALES BANGET GAK SIH? ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!! Gak tau kenapa, gue kok sebel banget yah. Emosi jiwa pollllllllllllllll, akhirnya kena marah jugalah si pacar, yang tau2 merengek2 pengen udahan, yang ujung2nya malah jadi berantem.

Oh well. What a perfect way to end the day. Sekarang jadinya laper, abis marah2 esmosi jiwa sihhhhhhhh……let’s just eat dan nyari tontonan asik di tipi, siapa tau bisa ngebalikin mood jadi enakan dikit……………Mudah2an ntar abis latihan si pacar juga udah gak emosi an lagi, jadi bisa baikan ;0